Ia Mengepitku Aku telah mati, tetapi hidup kembali. Aku adalah tangis, tetapi kini aku senyuman. Cinta datang dan mengubahku. Menjadi keagungan kekal. Inilah kisahnya : Ia berkata padaku : "Kau bukan penghuni rumah ini. Kau belum cukup gila." Aku pun beranjak dan menjadi gula bersemangat dan mengikatkan diriku dengan rantai. Ia berkata padaku : "Kau tidak mabuk. Enyahlah. Kau bukan dari daerah sini." Aku pun beranjak dan mabuk kepayang dan mengisi hidupku dengan musik dan tari. Ia berkata padaku : "Kau tidak pernah hancurkan dirimu maka musik dan nyanyian tak bisa menyentuh engkau." Aku tak sadarkan diri tepat di depannya dan jerembab di tanah Ia berkata padaku : "Kau berpikiran sehat, terpelajar, penuh refleksi dan gagasan." Aku menjadi tolol dan konyol dan memisahkan diri dari orang-orang. Ia berkata kepadaku, "Kau adalah sebatang lilin, cahaya bagi orang-orang i...
Komentar
Posting Komentar