Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #4

http://www.rumibook.info/image/Rumi%20Meditatinh=g%20KIT.jpg



Bagaimana Bisa Kukelabui Dia

Pikiran berkata :
"Aku kelabui dia dengan kata-kata"
Cinta berkata :
"Diamlah.
Aku tipu dia dengan hati dan jiwa."

Jiwa berkata kepada hati :
"Pergilah. Jangan bikin aku tertawa.
Segala sesuatunya sudah miliknya."
Jadi bagaimana aku bisa menipunya dengan apa saja?

"Ia bukanlah seseorang
yang terjatuh ke dalam pikiran
dan berharap dapat melupakan dirinya,
karenanya aku akan mengalihkan perhatiannya
dengan anggur dan gelas besar."

Panah pandangannya
tak memerlukan busur hatiku
agar mengena sasaran.
Ia seperti sebuah rumah
yang mencingakkan bidadari dengan oranmennya.
Di mana kubisa temukan lebih baik
untuk membuat dia terpesona?

Ia tak memerlukan kuda.
Ia terbang tanpa sayap.

Ia makan dan minum cahaya ilahi.
Bagaimana kubisa menyuapnya dengan sepotong roti?

Ia adalah saudagar dari alam semesta,
tetapi ia tidak membeli dan menjual apa-apa.
Bagaimana bisa aku menipunya dengan laba dan rugi?

Tak ada yang bisa disembunyikan daripadanya.
Bagaimana kubisa berpura-pura sakit
Dengan mengaduh : "Aduuuh aduuuh ...!"
Bagaimana aku dapat mengelabuhinya?

Aku bisa ikat kepalaku
Dengan bando berbasah anggur, bando basah oleh anggur
Aku bisa berteriak : "Aku sekarat."
Aku tak bisa mendapat perhatian atau belas-kasihannya.

Ia tahu semuanya tentang diriku,
helai demi helai rambutku.
Apa yang tidak ia ketahui
yang bisa kugunakan menipunya?

Ia tidak mencari ketenaran
atau penyair yang memujinya hingga
aku bisa menipunya
dengan puisi, ghazal, dan sajak-sajak.

Shams dari Tabriz adalah pilihannya, kekasihnya.
Mungkin aku bisa pengaruhi dia dengan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #2

Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #1