Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #3

http://www.rumibook.info/image/Rumi%20Meditatinh=g%20KIT.jpg



Ku Tak 'Kan Sesali Cintanya

 

Seekor anjing muncul di dataran ini.
Matanya memancarkan api ke segala penjuru.
Setiap orang, berkuda atau jalan,
mengejar mau tangkap dia.

Mereka menyerang sekali atau dua kali,
tetapi ia hilang di depan mata.
Begitu cepat ia lenyap hingga
tak tinggalkan bahkan bau di belakangnya.

Mereka mulai berbalik,
tetapi kijang itu muncul lagi.
Mereka terperanjat.

Mereka menyerang lagi.
Kijang itu menghindar cepat hingga,
bahkan dari angin pun ia luput.

Muncul dan hilangnya
menggoda mereka amat
hingga mereka terobsesi menangkapnya.
Tetapi mereka terjebak dalam pemisahan
dan jatuh dalam perangkap kesepian.

Salah seorang bergegas lari
tetapi keliru menangkap telinga kelinci
Yang lain lari ke Baghdad
memburu seekor kambing gunung.

Pemburu-pemburu memecah dua.
Satu kelompok masih berharap
bisa melihat kijang itu.
Yang lain hanya ingin bebas
dari kesulitan ini.

Kijang itu muncul kepada yang satu,
Yang rindu lihat dia
Tatkala mereka pingsan di luar diri mereka sendiri.

Kepada yang terbaik dari kelompok itu
kijang tersebut mengajarkan
beberapa ayat suci dari Qur'an
dengan matanya sendiri yang mabuk.

Mereka mulai belajar cara-cara
kijang
dan mulai berlaku sesuai dengan cara-cara itu.

Dengan keanggunannya,
ia menunjukkan kemolekannya kepada mereka.
Ia tak hanya menunjukkan arah benar,
juga membuat mereka merasa diri lebih baik.

Setiap hari lain,
kijang itu akan muncul
dalam dandanan lain dan aneh.

Kemunculannya yang aneh
Mengejutkan dan menakutkan mereka.

Dalam kenyataan, orang punya
toleransi dan keberanian amat kecil.

Bahkan bumi dan langit pun menakutkan orang
jika di dalamnya tampak sifat sang Pencipta.

Siapakah kijang ini?
Ia adalah simbol Shamseddin:
Ia adalah penyelamatku, ia adalah guruku.
Ialah orang yang datang menolongku
bahkan sebelum aku memohonnya.

Aku tak 'kan pernah sesali cintanya,
betapa pun seribu orang suci menganjurkanku.

Ia adalah hakekat visiku,
pelindung kebijaksanaan.
Ia adalah orang
yang memberi fokus kepada mata batin.

Ingatlah, selama engkau di sini bersama kami,
tak bakal ada izin
menyebut orang lain.

Ada banyak sultan
dari tanah Tabriz.
Tapi tak satupun mirip dia
siapapun yang pernah dilahirkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #2

Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #1

Rubaiyat Terlarang Rumi - Nyanyian Untuk Shams, Nyanyian Untuk Tuhan #4